GKK Sumatera Selatan – Pendopoan Rumah Dinas Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menjadi saksi bisu transformasi pendidikan di Bumi Serepat Serasan. Setelah sebelumnya menyasar kompetensi teknis guru, kali ini giliran para pengambil kebijakan di tingkat sekolah—Kepala Sekolah dan Pengawas—yang merapatkan barisan.
Selama dua hari penuh, 11-12 Desember 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten PALI bekerjasama dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB) menggelar "Kelas Lingkar Belajar: Pendidikan yang Berpihak kepada Anak". Kegiatan ini fokus pada pembenahan manajemen sekolah melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD).
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI dan LDB. Dinas Pendidikan PALI bertindak sebagai fasilitator utama yang menjembatani visi pemerintah daerah dengan kepakaran teknis dari LDB.
Namun, yang membuat gelaran ini istimewa adalah hadirnya dukungan total dari elemen komunitas penggerak pendidikan. Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan memantau langsung di lokasi bahwa kelancaran acara ini tidak lepas dari peran para volunteer (relawan) tangguh yang berasal dari IGI (Ikatan Guru Indonesia) Sumatera Selatan, GKK PALI, dan GKK Sumsel.
Para relawan ini bahu-membahu bersama panitia Dinas Pendidikan dan tim LDB, memastikan materi berat tentang analisis data dapat tersampaikan dengan suasana yang kondusif dan interaktif kepada 70 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas, dan Operator Sekolah.
Dalam sesi pelatihan, para pemimpin sekolah diajak untuk meninggalkan kebiasaan lama menyusun program sekolah hanya berdasarkan "kira-kira" atau sekadar copy-paste tahun sebelumnya.
"Tantangan literasi, numerasi, dan karakter yang terpotret di Rapor Pendidikan tidak bisa diselesaikan jika Kepala Sekolah tidak paham akarnya. Hari ini kita belajar bahwa setiap rupiah anggaran sekolah (RKAS) harus dialokasikan untuk menyelesaikan masalah akar tersebut, bukan sekadar habis anggaran," ungkap salah satu fasilitator LDB di sela sesi diskusi.
Pada hari kedua (12/12), suasana Pendopoan semakin dinamis ketika para Kepala Sekolah mempresentasikan rancangan kebijakan sekolah mereka. Dengan pendampingan relawan GKK dan IGI, para peserta berhasil merumuskan program kerja yang lebih tajam dan berorientasi pada murid.
Kegiatan ini menegaskan bahwa PALI tidak main-main. Dengan sinergi antara kebijakan Pemkab, pendampingan ahli LDB, dan kekuatan akar rumput dari GKK serta IGI, Kabupaten PALI optimis menyongsong tahun ajaran mendatang dengan kualitas pendidikan yang jauh lebih terencana dan berkualitas. (da/a.m)


Follow Guru Kreator Konten on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram