-->

Selasa, 11 Agustus 2026

Bangga! Agus Munir, Ketua GKK Sumsel Terpilih Jadi Delegasi Pendidik Indonesia di AFS Youth Assembly Jenewa

 


JENEWA, SWISS — (11-12. 08. 2026) Komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan kembali mengukir prestasi memukau di tingkat internasional. Agus Munir, sosok penggerak utama sekaligus Ketua GKK Sumsel, resmi terpilih sebagai Educator Delegate (Delegasi Pendidik) mewakili Indonesia dalam rangkaian ajang bergengsi 31st AFS Youth Assembly yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Agus Munir bersama para pendidik pilihan dari lebih dari 30 negara menghadiri workshop persiapan konferensi intensif selama dua hari. Kegiatan tersebut digelar di Giga Connectivity Centre, Campus Biotech, Jenewa—markas global dari Giga, yaitu inisiatif bersama antara UNICEF dan International Telecommunication Union (ITU) yang bertujuan menghubungkan seluruh sekolah di dunia ke jaringan internet pada tahun 2030.

Selama dua hari workshop di Gedung Giga, para pendidik dari berbagai belahan dunia dibekali pemahaman mendalam mengenai Global Citizenship (Kewarganegaraan Global). Tak hanya menyerap ilmu, para peserta juga berkolaborasi merancang proyek-proyek inovatif berbasis pendidikan guna mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di negara masing-masing.


Perwakilan pengurus GKK Sumsel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian bersejarah sang ketua:

"Kami keluarga besar Guru Kreator Konten Sumsel merasa sangat bangga. Terpilihnya Pak Agus Munir di panggung internasional membuktikan kualitas kepemimpinan beliau. Ini membuktikan bahwa pendidik dari daerah mampu bersaing, membawa perubahan, dan menyuarakan aspirasi pendidikan di tingkat global."

Kehadiran Agus Munir di Jenewa diharapkan dapat membawa angin segar serta inspirasi baru bagi seluruh pendidik di Sumatera Selatan dan Indonesia, khususnya dalam memimpin pemanfaatan teknologi dan kreativitas konten untuk mendukung pendidikan yang berkelanjutan.


Tentang Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel:

Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel adalah wadah berkumpulnya para pendidik kreatif di Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Agus Munir. Komunitas ini berfokus pada pengembangan inovasi pembelajaran, pemanfaatan media digital, dan pembuatan konten edukatif yang menginspirasi.



Selasa, 21 Juli 2026

Kepala BGTK Sumsel Kobarkan Semangat Belajar Matematika Siswa SD Negeri 47 Prabumulih

 


PRABUMULIH – Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., mengajak siswa SD Negeri 47 Prabumulih untuk semakin mencintai mata pelajaran matematika. Melalui kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat, beliau memberikan motivasi agar peserta didik tidak lagi menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, melainkan sebagai ilmu yang menyenangkan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom. menegaskan bahwa kemampuan berhitung, berpikir logis, dan memecahkan masalah merupakan bekal penting bagi setiap anak. Karena itu, siswa didorong untuk belajar matematika dengan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan keyakinan bahwa setiap anak mampu memahami pelajaran tersebut apabila terus berlatih.

Beliau juga mengajak peserta didik untuk mengubah cara pandang terhadap matematika. Kesalahan saat mengerjakan soal bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari proses belajar. Dengan terus mencoba, bertanya kepada guru, dan rajin berlatih, kemampuan matematika akan berkembang dari waktu ke waktu.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti berbagai pertanyaan sederhana yang diberikan, menjawab dengan percaya diri, serta menunjukkan semangat yang tinggi. Keceriaan mereka mencerminkan bahwa belajar matematika dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menegangkan.

Menurut Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Ketika pembelajaran dikemas secara menarik, peserta didik akan lebih mudah memahami konsep sekaligus menumbuhkan rasa suka terhadap matematika.

Pihak SD Negeri 47 Prabumulih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala BGTK Sumatera Selatan. Kehadiran beliau memberikan inspirasi baru bagi seluruh warga sekolah untuk terus membangun budaya belajar yang positif, khususnya dalam meningkatkan minat dan kepercayaan diri siswa terhadap mata pelajaran matematika.

Para guru berharap motivasi yang diberikan mampu menghilangkan anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan. Sebaliknya, siswa diharapkan semakin berani mencoba, aktif bertanya, serta menikmati setiap proses pembelajaran sebagai langkah menuju prestasi yang lebih baik.

Di penghujung kegiatan, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom. mengajak seluruh siswa untuk menjadikan matematika sebagai sahabat dalam belajar. Beliau meyakini bahwa anak-anak yang menyukai matematika akan terbiasa berpikir kritis, kreatif, teliti, dan mampu menemukan solusi dalam berbagai persoalan kehidupan.

Melalui kegiatan ini, SD Negeri 47 Prabumulih bersama BGTK Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, rasa percaya diri, dan kecintaan terhadap matematika sebagai salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan masa depan. (da)

Kamis, 02 Juli 2026

PALI Ukir Prestasi Nasional: Bupati Asgianto Raih Penghargaan "Rintisan Daerah Belajar" Berkat "Anggaran Kroyokan" dan Simfoni Kolaborasi OPD

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan tinta emas di panggung pendidikan nasional. Bupati PALI, Asgianto, S.T., ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 Kategori Rintisan Daerah Belajar. Prosesi pemberian penghargaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 2 Juli 2026.

Mengingat agenda yang sangat padat, Bupati Asgianto menugaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PALI, Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., CSEP., CGRE, untuk mewakili beliau menerima penghargaan prestisius tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas komitmen nyata Kabupaten PALI dalam mentransformasi ekosistem pendidikan melalui praktik Lingkar Daerah Belajar (LDB).

Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari peran krusial Dinas Pendidikan Kabupaten PALI sebagai pintu utama penggerak. PLT Kepala Dinas Pendidikan, Harun, S.H., M.H., beserta seluruh jajarannya dinilai berhasil menciptakan iklim kolaborasi yang suportif. Secara khusus, capaian ini juga merupakan buah dari konsistensi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Alamsah, S.Pd., SD., M.M., yang senantiasa mengawal progres kerja sama antara jejaring mitra LDB dan Kabupaten PALI.

Namun, kunci utama yang membuat PALI unggul di mata nasional adalah keberaniannya mengimplementasikan strategi "Anggaran Kroyokan". Penghargaan ini menjadi bukti bahwa urusan pendidikan di PALI bukan hanya tugas tunggal Dinas Pendidikan, melainkan sebuah "Simfoni Kolaborasi" antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam keterangannya, Ir. H. Andre Fajar Wijaya menegaskan bahwa nuansa kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi ruh dari visi "PALI TERDIDIK 2029". "Kami mendobrak sekat birokrasi melalui sistem anggaran terpadu. Contoh nyatanya adalah PAUD Rumah Cinta, di mana anggaran tidak menumpuk di satu dinas, tapi 'dikeroyok' bersama oleh Disdik, Dinkes, Dinsos, dan Dukcapil untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu secara holistik," ujarnya.

Kategori Rintisan Daerah Belajar sendiri diberikan karena PALI dinilai sukses dalam tiga indikator utama: mengembangkan ruang kolaborasi untuk membahas isu pendidikan, menyelenggarakan pengembangan kapasitas pemangku kepentingan secara konsisten, serta menunjukkan tindak lanjut nyata dari data Rapor Pendidikan yang kini mencapai status "Tuntas Muda" dengan skor 66,64. 

Keberhasilan ini juga diperkuat oleh peran aktif Pelingkar daerah yang menjadi jembatan komunikasi vital antara kebijakan pemerintah pusat dan praktik nyata di lingkungan sekolah PALI. 

Dengan raihan ini, Kabupaten PALI semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah prioritas dalam jejaring transformasi pendidikan nasional. PALI membuktikan bahwa dengan semangat "Kompak Bergerak Berdampak" dan sinergi anggaran lintas OPD, keterbatasan wilayah bukan lagi penghalang untuk mencetak generasi emas yang unggul.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Rabu, 01 Juli 2026

Sinergi Lintas Sektor: Kabupaten PALI Paparkan Strategi "PALI TERDIDIK" di Rembuk Daerah KPI 2026

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan nasional. Pada ajang Rembuk Daerah 5 dalam rangka Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Gedung Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/7/2026), Pemerintah Kabupaten PALI memaparkan strategi pembangunan pendidikan melalui program "PALI TERDIDIK" yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan yang mengusung format diskusi fishbowl tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah. Kabupaten PALI tampil sebagai salah satu narasumber utama dengan memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis data, kolaborasi, dan keberpihakan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan PALI meraih status "Tuntas Muda" dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 66,64 tidak terlepas dari perubahan paradigma dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

 "Kami telah meninggalkan budaya perencanaan berdasarkan asumsi. Melalui visi PALI TERDIDIK, setiap kebijakan disusun berdasarkan data nyata yang bersumber dari Rapor Pendidikan sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran," ujar Harun.

Ia menambahkan, transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar setiap program saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Semangat kolaboratif tersebut turut diperkuat oleh paparan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten PALI, Deasy Rossalia, S.TP., M.Si., yang menjelaskan pentingnya inovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan ialah PALI Innovation Awards (PIA), sebuah ajang yang mendorong pelajar dan mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis riset dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., memaparkan strategi "Anggaran Kroyokan", yaitu pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan pembiayaan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencapai satu tujuan pembangunan bersama.

Melalui strategi tersebut, berbagai program dapat dijalankan secara terpadu. Salah satunya adalah PAUD Rumah Cinta, yang menghadirkan layanan pendidikan, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perlindungan hukum dalam satu sistem pelayanan bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Kabupaten PALI juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang menjadi penguat transformasi pendidikan daerah, di antaranya Platform PEMANTIK sebagai sistem digital asesmen pembelajaran yang membantu guru memetakan kemampuan peserta didik sehingga proses pembelajaran lebih berbasis data.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan saluran pengendali banjir dan peningkatan akses jalan menuju sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Di bidang penguatan karakter, PALI juga berhasil mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di seluruh satuan pendidikan. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kabupaten PALI menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan dunia pendidikan, riset, perencanaan pembangunan, infrastruktur, hingga keluarga. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Praktik baik yang dipaparkan pada Rembuk Daerah KPI 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Senin, 29 Juni 2026

SMPN 7 Penukal Catat Sejarah! SMP Pertama di Kabupaten PALI Gelar Praktik Robotik, Lahirkan Smart Trash dan Smart Parking

 


PALI, 29 Juni 2026 – SMP Negeri 7 Penukal kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sekolah yang berada di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal ini resmi menjadi SMP pertama di Kabupaten PALI yang menyelenggarakan praktik pembuatan robot melalui program Coding dan Robotik Club SMPN 7 Penukal.

Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di daerah. Setelah sukses mengembangkan pembelajaran coding menggunakan Scratch, kini para siswa naik ke level berikutnya dengan mempelajari perakitan robot dan pengembangan perangkat pintar sebagai bekal menghadapi era transformasi digital.

Dalam praktik perdana tersebut, siswa berhasil menghasilkan dua karya inovatif, yakni Smart Trash, sebuah tempat sampah pintar, dan Smart Parking, sistem parkir pintar. Seluruh proses pembelajaran terlaksana melalui kolaborasi bersama Kampung Digital Air Itam yang berperan sebagai fasilitator kegiatan.

Sebelumnya, SMP Negeri 7 Penukal juga telah mencatat prestasi sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) tingkat SMP pertama di Sumatera Selatan. Capaian terbaru ini semakin memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

Kepala SMP Negeri 7 Penukal, Indah Purnamasari, menegaskan bahwa kegiatan robotik merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan potensi peserta didik tanpa dibatasi kondisi geografis.

 "Sekolah kami berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan karet. Namun, kami percaya keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kolaborasi, semangat belajar anak-anak, serta pendampingan para guru menjadi kekuatan utama dalam melahirkan inovasi," ujarnyaa.

Inovasi SMP Negeri 7 Penukal juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten PALI. Alamsah, selaku Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, menyebut langkah sekolah tersebut sebagai terobosan yang patut menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

"SMPN 7 Penukal berada di wilayah pelosok. Justru dari sinilah lahir inovasi yang luar biasa. Ini harus menjadi api penyemangat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten PALI untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi peserta didik," ungkapnya.

Program Coding dan Robotik Club tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa, tetapi juga dipersiapkan untuk membangun kompetensi generasi muda dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan keterampilan Abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah berbasis teknologi.

Dengan lahirnya program robotik ini, SMP Negeri 7 Penukal membuktikan bahwa sekolah di pelosok daerah pun mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan. Dari tengah hamparan kebun sawit dan karet, semangat menciptakan generasi unggul yang adaptif terhadap teknologi terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten PALI maupun Sumatera Selatan.

Senin, 22 Juni 2026

GURU KREATOR KONTEN KABUPATEN PALI RESMI DIKUKUHKAN, SIAP DUKUNG TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN

 


GKK Sumsel - PALI, 23 Juni 2026 – Kepengurusan Guru Kreator Konten (GKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode terbaru resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Selasa (23/6). Pengukuhan tersebut menandai dimulainya langkah strategis para pendidik di Kabupaten PALI dalam memperkuat transformasi digital pendidikan melalui pengembangan konten-konten pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan informatif.

Kepengurusan GKK Kabupaten PALI dipimpin oleh Afriyadi Cu Sahamaya, S.Pd., Gr. sebagai ketua. Acara pengukuhan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., serta Ketua Guru Kreator Konten Provinsi Sumatera Selatan, Agus Munir, S.Pd., Gr.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan GKK Kabupaten PALI. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

“Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menyampaikan materi tersebut melalui berbagai media yang menarik dan mudah dipahami. Kehadiran GKK diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi pembelajaran berbasis digital di Kabupaten PALI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GKK Provinsi Sumatera Selatan, Agus Munir, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa organisasi Guru Kreator Konten hadir sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru dalam bidang produksi konten pendidikan. Ia berharap GKK Kabupaten PALI dapat menjadi salah satu organisasi yang aktif menghasilkan karya-karya digital yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

“Konten pendidikan yang berkualitas akan membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara lebih mudah. Karena itu, kreativitas guru perlu terus didorong agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ketua GKK Kabupaten PALI, Afriyadi Cu Sahamaya, S.Pd., Gr., menyatakan komitmennya untuk membangun budaya berkarya di kalangan anggota. Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi, pihaknya akan mendorong para guru untuk aktif memproduksi video pembelajaran, infografis, podcast pendidikan, serta berbagai bentuk media pembelajaran digital lainnya.

“Amanah yang diberikan ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin GKK Kabupaten PALI menjadi ruang tumbuh bagi para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan konten-konten pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Dengan resminya pengukuhan kepengurusan tersebut, Guru Kreator Konten Kabupaten PALI diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Keberadaan organisasi ini juga menjadi bukti bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai kreator pembelajaran yang mampu menjangkau peserta didik melalui berbagai platform digital.


Humas Guru Kreator Konten (GKK) Kabupaten PALI

Minggu, 03 Mei 2026

Siapkan Diri! Webinar Seri 2 Hardiknas 2026 Kupas Tuntas Strategi Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu



GKK Sumatera Selatan, Palembang – Dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar aksi nyata melalui Webinar Seri 2. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, mulai pukul 13.30 WIB secara daring, mengundang seluruh praktisi pendidikan untuk bersatu dalam semangat transformasi pendidikan nasional.

Mengusung tema "Pembelajaran Mendalam dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", webinar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif bagi para pendidik tentang cara menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Fokus utama diskusi ini adalah bagaimana memastikan setiap siswa mendapatkan akses terhadap pendidikan yang tidak sekadar formalitas, namun mampu menyentuh esensi pemahaman yang mendalam dan aplikatif.

Kehadiran Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, sebagai pembicara kunci menjadi daya tarik utama dalam acara ini. Beliau akan memaparkan arah kebijakan kurikulum nasional terkini yang dirancang khusus untuk mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman di masa depan.

Melengkapi perspektif kebijakan tersebut, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., selaku Kepala BGTK Provinsi Sumatera Selatan, juga akan memberikan arahan strategis sebagai pembicara kunci kedua. Beliau akan menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan di tingkat regional dalam mengimplementasikan konsep pembelajaran mendalam guna meningkatkan standar mutu pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Tak hanya di tataran teori, webinar ini juga menghadirkan empat narasumber praktisi hebat dari berbagai jenjang pendidikan untuk berbagi pengalaman nyata. Ikhsanudin, M.Pd., M. Barcenur, S.Pd., Gr., Agus Munir, S.Pd., Gr., dan Devi Mardiyanti, M.Pd., akan mengupas tuntas praktik baik mengenai penerapan strategi pembelajaran di kelas, memberikan inspirasi konkret bagi para peserta yang hadir.

Acara ini terbuka lebar dan tidak dipungut biaya alias gratis bagi seluruh pendidik, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum yang ingin memperkaya wawasan. Panitia telah menyiapkan infrastruktur digital yang mumpuni melalui platform Zoom Meeting agar interaksi antara pemateri dan peserta dapat berjalan secara dua arah, efektif, dan inspiratif.

Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan tercipta ruang diskusi yang inklusif untuk saling berbagi kendala dan solusi praktis di lapangan. Semangat Hardiknas 2026 menjadi momentum yang sangat tepat bagi para guru untuk terus belajar, berevolusi, dan beradaptasi dengan inovasi metodologi pembelajaran terbaru demi masa depan generasi bangsa yang lebih unggul.

Calon peserta dapat segera mengamankan kuota dengan mengakses tautan pendaftaran resmi di https://webinar.bgtksumsel.win/ dengan menggunakan token akses BGTKSUMSEL-WEB2. Selain melalui Zoom, kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi BGTK SUMSEL untuk menjangkau lebih banyak peserta di seluruh pelosok tanah air tanpa terkendala ruang.

Dengan partisipasi aktif para guru, visi pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang bisa dicapai melalui kerja keras bersama. Mari bergabung dalam Webinar Seri 2 ini, jadilah bagian dari perubahan besar, dan mari kita wujudkan dunia pendidikan Indonesia yang lebih cemerlang, inklusif, dan berdaya saing global. (da)


#Hardiknas2026 

#BGTKSumsel 

#PembelajaranMendalam 

#PendidikanBermutu 

#GuruBelajar


Sabtu, 02 Mei 2026

BGTK Sumatera Selatan Gelar Webinar Seri 1 Semarak Hardiknas 2026: Dorong Transformasi Layanan Administrasi Sekolah



GKK Sumatera Selatan – Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Webinar Seri 1. Acara yang digelar secara virtual ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, mulai pukul 13.30 WIB. Penyelenggaraan webinar ini menjadi langkah nyata institusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sejalan dengan semangat bulan pendidikan nasional.

Mengusung tema strategis bertajuk "Transformasi Layanan Administrasi Sekolah," kegiatan ini menyoroti pentingnya adaptasi dan inovasi dalam sistem tata kelola institusi pendidikan. Transformasi administrasi dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak di era digitalisasi pendidikan yang menuntut efisiensi tinggi. Melalui tata kelola yang transparan dan tertib, sekolah diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas.

Webinar berskala regional ini menghadirkan dua tokoh penting sebagai Keynote Speaker utama. Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., selaku Direktur KSPSTK, hadir untuk memberikan pandangan strategis di tingkat nasional terkait arah kebijakan pengelolaan tenaga kependidikan ke depan. Kehadirannya diperkuat oleh Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., selaku Kepala BGTK Sumatera Selatan yang akan memaparkan konteks implementasi kebijakan tersebut secara khusus di wilayah Sumatera Selatan.

Arahan dari kedua tokoh pimpinan ini diharapkan dapat menyelaraskan pemahaman para pemangku kepentingan, mulai dari manajemen sekolah hingga staf tenaga kependidikan. Pesan kunci yang dibawakan akan menjadi fondasi pemikiran tentang bagaimana kecepatan layanan administrasi tidak boleh tertinggal oleh kemajuan pedagogik. Hal ini sejalan dengan visi besar penciptaan zona integritas di berbagai unit pendidikan, guna mewujudkan sekolah yang ramah dan profesional.

Untuk membedah tema lebih mendalam dari sudut pandang teknis, panitia turut menghadirkan Disti Marlini, S.Pd., M.Si., dari BGTK Sumatera Selatan sebagai narasumber pertama. Beliau dijadwalkan mengupas berbagai tantangan nyata yang kerap dihadapi pihak sekolah dalam siklus tata usaha dan pengelolaan dokumen sehari-hari. Berbagai solusi taktis berbasis peraturan kepegawaian terkini juga akan dipaparkan secara komprehensif agar dapat langsung diaplikasikan oleh instansi pendidikan.

Melengkapi perspektif dari unsur pemerintah, Arum Dista Ayuniar, S.E., yang merupakan seorang Praktisi Pendidikan, juga didapuk sebagai narasumber kedua. Keterlibatannya bertujuan untuk memberikan wawasan berbasis praktik baik (*best practice) di lapangan mengenai pengadopsian sistem manajemen modern yang aplikatif. Pendekatan praktis dari kacamata seorang praktisi sangat krusial agar teori transformasi dapat benar-benar dieksekusi dengan tepat sasaran.

Guna memastikan jalannya diskusi interaktif dan tetap terarah pada tujuan acara, sesi pemaparan dan tanya jawab dipandu langsung oleh Eka Susanti dari BGTK Sumatera Selatan yang bertindak selaku moderator. Sementara itu, untuk menjaga ketertiban serta kelancaran seluruh rangkaian susunan acara dari awal pembukaan hingga penutupan, Sherly Amalia dari GKK Sumatera Selatan memegang peran krusial sebagai pewara atau Master of Ceremony (MC).

Seluruh pegiat pendidikan, termasuk kepala sekolah, staf tata usaha, hingga para guru wali di berbagai tingkatan, diundang untuk berpartisipasi secara gratis dalam forum peningkatan kompetensi ini melalui platform Zoom Meeting. Bagi peserta yang terkendala kapasitas ruang virtual, panitia telah menyediakan fasilitas Live Streaming secara langsung melalui kanal YouTube BGTK SUMSEL. Keterbukaan akses ini merupakan wujud nyata komitmen BGTK Sumsel dalam memperluas jangkauan manfaat literasi administrasi.

Rangkaian perdana Semarak Hardiknas 2026 ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ruang diskusi maya, melainkan mampu diwujudkan dalam perubahan budaya kerja di berbagai tingkatan sekolah, termasuk di SMK dan institusi kejuruan lainnya di Sumatera Selatan. BGTK Sumatera Selatan optimis bahwa sinergi lintas sektoral ini akan melahirkan layanan administrasi yang transformatif, efektif, dan mendukung penuh ekosistem pendidikan yang jauh lebih baik di masa depan. (da)


Rabu, 22 April 2026

BGTK Sumsel Raih Peringkat 1 Pengadaan Barang dan Jasa Terbaik Kategori Anggaran Kecil Dirjen GTK


GKK Sumatera Selatan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Selatan setelah berhasil meraih peringkat pertama sebagai satuan kerja dengan pengadaan barang dan jasa terbaik kategori anggaran kecil pada lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat dalam menerapkan tata kelola pengadaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas layanan pendidikan. Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi BGTK Sumsel sebagai salah satu satker yang konsisten menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran negara.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya sistematis yang dilakukan dalam memperkuat perencanaan pengadaan berbasis kebutuhan program prioritas. BGTK Sumsel menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kontrak. Setiap proses dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, pemanfaatan teknologi digital pengadaan, serta penguatan koordinasi lintas unit kerja. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas belanja pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan layanan pengembangan guru dan tenaga kependidikan.

Selain itu, penerapan manajemen risiko dalam proses pengadaan menjadi faktor penting yang mendukung pencapaian ini. BGTK Sumsel secara aktif melakukan identifikasi potensi kendala, mitigasi risiko, serta evaluasi berkala terhadap proses pengadaan yang berjalan. Langkah ini tidak hanya menjaga ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memastikan kualitas barang dan jasa yang diperoleh sesuai dengan spesifikasi kebutuhan program peningkatan kompetensi guru.

Dalam pelaksanaannya, BGTK Sumsel juga memperkuat peran tim pengadaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan teknis, pendampingan regulasi terbaru, serta penguatan kompetensi pejabat pengadaan dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut menghasilkan tim yang profesional, responsif, dan mampu menjalankan proses pengadaan secara cepat namun tetap akuntabel. Profesionalitas tim inilah yang menjadi fondasi kuat keberhasilan satker dalam meraih peringkat pertama.

Penggunaan sistem digital pengadaan pemerintah turut menjadi strategi penting dalam meningkatkan transparansi. Seluruh proses dilakukan melalui platform resmi pengadaan nasional sehingga meminimalkan potensi kesalahan administratif serta meningkatkan akuntabilitas. Dengan sistem yang terdokumentasi secara elektronik, setiap tahapan dapat dipantau dan dievaluasi secara terbuka. Hal ini selaras dengan prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan negara.

Prestasi ini juga mencerminkan komitmen BGTK Sumsel dalam mendukung program prioritas peningkatan kualitas pendidikan. Pengadaan barang dan jasa yang tepat sasaran memungkinkan tersedianya sarana pelatihan, perangkat pembelajaran, serta dukungan kegiatan pengembangan profesional guru secara optimal. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada tingkat institusi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di wilayah Sumatera Selatan.

Kepala BGTK Sumsel menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim dan dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan. Ke depan, BGTK Sumsel berkomitmen mempertahankan standar tinggi dalam pelaksanaan pengadaan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Lebih lanjut, penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa. Praktik baik yang telah diterapkan BGTK Sumsel dapat direplikasi melalui penguatan perencanaan, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pengelolaan anggaran pendidikan dapat memberikan dampak maksimal bagi peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.

Dengan diraihnya peringkat pertama kategori anggaran sedang ini, BGTK Sumsel semakin meneguhkan komitmennya sebagai institusi yang profesional dan akuntabel. Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi layanan pengembangan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas. Ke depan, BGTK Sumsel akan terus berinovasi dan menjaga integritas guna memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan Indonesia. (da)

Senin, 13 April 2026

GKK Sumsel dan GKK Indonesia Perkuat Sinergi Nasional Komunitas Guru Kreator Konten


GKK Sumatera Selatan - olaborasi antara Gerakan Komunitas Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan dan GKK Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi komunitas guru kreator konten di tingkat nasional. Pertemuan koordinasi yang berlangsung secara daring menjadi momentum awal untuk menyatukan visi, memperkuat tata kelola organisasi, serta memperluas dampak gerakan komunitas berbasis praktik baik pembelajaran.

Ketua GKK Indonesia, Mardimpu Sihombing, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan komunitas guru kreator konten di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa GKK Indonesia hadir sebagai komunitas independen yang berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi guru melalui praktik berbagi dan kolaborasi.

Menurutnya, sinergi dengan GKK Sumatera Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola organisasi yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mempercepat pengembangan program-program komunitas yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Sementara itu, Ketua GKK Sumatera Selatan, Agus Munir, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk memperluas gerakan komunitas guru kreator konten di daerah. Ia menegaskan komitmen GKK Sumsel untuk terus berkontribusi dalam pengembangan komunitas yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada praktik baik pendidikan.

Melalui sinergi ini, kedua pihak sepakat mendorong penguatan koordinasi antara pusat dan daerah, sekaligus membuka ruang kolaborasi program yang lebih luas. Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan kompetensi guru, penguatan komunitas belajar, serta peningkatan kualitas konten edukatif yang berdampak bagi peserta didik.

Kolaborasi GKK Indonesia dan GKK Sumsel juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem komunitas guru kreator konten melalui berbagai kegiatan bersama, seperti diskusi nasional, kelas berbagi praktik baik, pelatihan konten edukatif, hingga pengembangan jejaring komunitas lintas daerah.

Selain itu, kedua organisasi menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan koordinasi agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan selaras. Dengan demikian, komunitas di daerah tetap memiliki ruang inovasi sekaligus terhubung dengan gerakan nasional yang lebih luas.

Sinergi ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun komunitas guru kreator konten yang profesional, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan. Kolaborasi pusat dan daerah diyakini akan mempercepat lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Melalui kolaborasi ini, GKK Indonesia dan GKK Sumatera Selatan optimis dapat memperkuat gerakan komunitas guru kreator konten sebagai ruang berbagi, bertumbuh, dan berkolaborasi. Diharapkan kerja sama ini menjadi langkah awal menuju gerakan nasional yang lebih solid dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (da)

Minggu, 12 April 2026

Meriahkan Hari Pendidikan Nasional 2026, BGTK Papua Gelar Lomba Menyanyi Lagu KICAU untuk Anak PAUD



GKK Sumatera Selatan – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengumumkan penyelenggaraan "Lomba Menyanyi Lagu KICAU". Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, yang bertujuan untuk memupuk kreativitas serta rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini.

​Penyelenggaraan lomba ini selaras dengan semangat "Pendidikan Bermutu untuk Semua", sebuah komitmen untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas dan pengembangan bakat dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua. Melalui seni suara, BGTK Papua berupaya menciptakan wadah apresiasi yang ceria dan edukatif bagi generasi penerus bangsa.

​Secara khusus, kompetisi ini ditujukan bagi peserta didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penyelenggara menilai bahwa masa usia emas adalah waktu yang paling tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai positif melalui media musik. Dengan bernyanyi, anak-anak tidak hanya berlatih olah vokal, tetapi juga melatih kemampuan kognitif dan emosional mereka dengan cara yang menyenangkan.

​Sesuai dengan tajuk kegiatannya, setiap peserta diwajibkan untuk membawakan lagu yang bersumber dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU). Album ini dirancang secara khusus sebagai media pembelajaran yang relevan bagi anak-anak, di mana lirik-liriknya mengandung pesan moral dan edukasi yang disesuaikan dengan kurikulum perkembangan anak usia dini.

​BGTK Papua juga menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran lomba ini bersifat GRATIS atau tidak dipungut biaya sepeser pun. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap lembaga PAUD dan orang tua di Papua agar dapat mengikutsertakan putra-putri mereka tanpa hambatan finansial.

​Bagi pihak yang berminat, batas akhir pendaftaran ditetapkan pada hari Kamis, 30 April 2026. Panitia mengimbau agar para pendamping segera mempersiapkan penampilan terbaik anak-anak sebelum tenggat waktu berakhir. Antusiasme yang tinggi diharapkan dapat menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dengan harmoni suara anak-anak Papua.

​Puncak dari rangkaian kompetisi ini adalah pengumuman juara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Penentuan pemenang akan dilakukan secara objektif oleh tim juri yang kompeten, dengan mempertimbangkan berbagai aspek penilaian seperti teknik vokal, ekspresi, dan keselarasan dengan tema lagu yang dibawakan.

​Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum bagi para pendidik PAUD untuk saling berbagi inspirasi dalam menggunakan musik sebagai instrumen pembelajaran di kelas. BGTK Papua berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mampu meningkatkan kompetensi guru dan kreativitas siswa di wilayah Papua.

​Untuk informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran dan teknis lomba, masyarakat dapat berkunjung langsung ke kantor BGTK Papua di Jalan Guru, Kotaraja, Kota Jayapura. Selain itu, informasi terkini juga dapat diakses melalui situs resmi di bgtkpapua.kemendikdasmen.go.id atau melalui akun media sosial resmi @bgtkpapua di Facebook, Instagram, dan YouTube. (da)

Kamis, 09 April 2026

GKK Sumsel Adakan Rapat Menentukan Juara Lomba Carousel dan Video

 


GKK Sumatera Selatan - Rapat bersama dewan juri Lomba Carousel dan Video Gerakan Kependidikan Kreatif (GKK) Sumatera Selatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan proses penilaian berjalan objektif, transparan, dan profesional. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi terhadap kriteria penilaian serta mekanisme evaluasi karya peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam rapat tersebut, panitia memaparkan latar belakang pelaksanaan lomba yang bertujuan mendorong kreativitas guru dan tenaga kependidikan dalam menyampaikan pesan edukatif melalui media digital. Lomba carousel dan video dipilih karena dinilai relevan dengan perkembangan literasi digital dan kebutuhan komunikasi pembelajaran yang lebih menarik serta berdampak luas.

Dewan juri yang terdiri dari praktisi pendidikan, pegiat literasi digital, dan kreator konten edukasi turut memberikan masukan terhadap rubrik penilaian. Pembahasan difokuskan pada aspek substansi pesan, kreativitas visual, kekuatan narasi, relevansi dengan tema GKK, serta potensi engagement terhadap audiens sasaran.

Selain itu, rapat juga membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas konten dan jangkauan publikasi. Dewan juri sepakat bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada jumlah like atau komentar, tetapi lebih menitikberatkan pada kekuatan ide, kejelasan pesan, serta dampak edukatif yang dihasilkan dari setiap karya.

Panitia kemudian mempresentasikan sistem penilaian yang akan digunakan, termasuk skema penilaian individual dari setiap juri serta mekanisme rekapitulasi akhir. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan dan menghindari subjektivitas berlebihan dalam menentukan pemenang.

Dalam diskusi tersebut juga disepakati bahwa karya peserta akan dinilai secara menyeluruh, mulai dari pembukaan, alur penyampaian, desain visual, hingga penutup yang mengandung ajakan atau refleksi. Dewan juri menekankan bahwa konten yang kuat secara pesan akan tetap memiliki peluang besar meskipun berasal dari akun dengan jumlah pengikut terbatas.

Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan konstruktif dari para juri. Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain pentingnya orisinalitas karya, kesesuaian penggunaan musik dan visual, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan secara singkat namun berdampak.

Melalui rapat ini, panitia dan dewan juri berharap lomba Carousel dan Video GKK Sumsel dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya konten-konten edukatif yang inspiratif, kreatif, dan relevan dengan dunia pendidikan masa kini.

Hasil rapat kemudian ditetapkan sebagai pedoman resmi dalam proses penilaian lomba. Dengan kesepakatan tersebut, seluruh pihak berkomitmen menjaga integritas penilaian serta menghadirkan kompetisi yang adil, profesional, dan mendorong peningkatan kualitas konten pendidikan di Sumatera Selatan. (da)

Senin, 06 April 2026

Nellawati Pimpin Kasubbag Umum BGTK Sumsel, GKK Sumsel Siap Dukung Transformasi Pendidikan

 




GKK Sumatera Selatan, Jakarta - Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikan sebagai Kepala Subbagian Umum BGTK Provinsi Sumatera Selatan. Penugasan ini dipandang sebagai momentum penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kualitas layanan bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah Sumatera Selatan.

GKK Sumatera Selatan menilai bahwa kehadiran kepemimpinan baru pada unsur manajerial akan memberikan energi positif dalam mempercepat transformasi layanan pendidikan. Dukungan administratif yang kuat menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru, pengembangan komunitas belajar, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, GKK Sumatera Selatan juga menyampaikan penghargaan kepada selaku Kepala BGTK Provinsi Sumatera Selatan atas komitmen dan arah kebijakan yang terus mendorong inovasi pendidikan. Sinergi kepemimpinan ini diyakini akan memperkuat ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan daerah.

GKK Sumatera Selatan memandang bahwa peran Kasubbag Umum sangat strategis dalam memastikan kelancaran koordinasi program, penguatan layanan administrasi, serta efektivitas implementasi kebijakan pendidikan. Dengan manajemen yang profesional, berbagai program peningkatan kapasitas guru dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, GKK Sumatera Selatan siap berkolaborasi dalam mendukung program BGTK Provinsi Sumatera Selatan, khususnya dalam pengembangan konten edukatif, publikasi praktik baik, serta penguatan literasi digital guru. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas dampak inovasi pembelajaran hingga ke seluruh satuan pendidikan.

GKK Sumatera Selatan juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang konstruktif dalam menyampaikan capaian dan program pendidikan kepada masyarakat. Melalui peran guru kreator konten, informasi kebijakan pendidikan dapat dikemas secara edukatif, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya kerja yang kolaboratif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. GKK Sumatera Selatan percaya bahwa kepemimpinan yang inklusif akan mendorong partisipasi aktif komunitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang literasi digital pendidikan, GKK Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pendidikan melalui produksi konten kreatif, dokumentasi praktik baik, serta publikasi kegiatan peningkatan kompetensi guru di Sumatera Selatan.

GKK Sumatera Selatan mengucapkan selamat bertugas kepada Nellawati, S.Pd., M.M. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat kolaborasi, serta membawa kemajuan bagi BGTK Provinsi Sumatera Selatan dan peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan secara berkelanjutan. (da)

Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Nahkodai Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan



GKK Sumatera Selatan, Jakarta -  Pelantikan pejabat manajerial di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin, 6 April 2026, menghadirkan sejumlah nama penting dalam struktur kepemimpinan pendidikan nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah yang resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Penugasan ini menandai kepercayaan pemerintah terhadap kepemimpinan akademik dan pengalaman beliau dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan.

Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan yang memiliki rekam jejak panjang dalam penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pengalamannya dalam dunia pendidikan tinggi serta pengembangan kebijakan pendidikan menjadi modal penting dalam menjalankan peran strategis di tingkat nasional. Kepakarannya pada pengembangan pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta transformasi pendidikan menjadi landasan dalam kepemimpinannya.

Sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. akan mengemban tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas guru di seluruh Indonesia. Fokus utama diarahkan pada penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru melalui program yang sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kependidikan juga menjadi bagian integral dari agenda kerja yang akan dikembangkan.

Pelantikan ini juga diharapkan memperkuat kebijakan pemerataan guru di berbagai daerah. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. diproyeksikan mendorong sistem distribusi guru yang lebih merata, terutama untuk wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Upaya ini penting untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa kesenjangan antarwilayah.

Di samping itu, pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru menjadi salah satu perhatian utama. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. diharapkan mendorong pelatihan berbasis kebutuhan, peningkatan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan modern yang menuntut guru lebih adaptif dan inovatif.

Kepemimpinan beliau juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan pengembangan guru dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan koordinasi yang kuat, implementasi program peningkatan mutu guru dapat menjangkau seluruh daerah secara merata.

Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan pengembangan karier guru juga menjadi isu penting. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. diharapkan mampu mendorong sistem karier yang berbasis kinerja dan kompetensi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta profesionalisme guru dalam menjalankan tugas pembelajaran.

Pelantikan Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran guru sebagai ujung tombak transformasi pendidikan. Dengan kepemimpinan yang berpengalaman di bidang akademik dan kebijakan, diharapkan berbagai program strategis dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

Dengan amanah baru sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan Indonesia. Langkah-langkah strategis yang akan diambil menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (da)

Rabu, 01 April 2026

Sinergi Membangun Negeri: BGTK Sumsel Gelar Rakor Program Prioritas 2026 di Hotel The Zuri

 


PALEMBANG, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat menyinkronkan langkah untuk memajukan kualitas pendidik di Bumi Sriwijaya. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Program Prioritas BGTK Sumsel Tahun 2026 yang dipusatkan di Hotel The Zuri Palembang, 1-3 April 2026.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikdasmen RI, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A., bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd. Hadir pula para Kepala Dinas Pendidikan dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel beserta Kepala Bidang GTK masing-masing.

Kepala BGTK Sumsel, Dra. Ohorella Erma, M.Ilkom., dalam laporannya memaparkan capaian program yang telah berjalan, mulai dari pelatihan Matematika Gembira hingga bimbingan konseling yang melibatkan ribuan guru. Namun, untuk tahun 2026, BGTK akan tancap gas dengan lima program unggulan baru didamping program lain.

"Untuk tahun 2026, kita mengawal pelaksanaan Pembelajaran Mendalam, program Coding, Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SD (PKGBI-SD), STEM, serta penguatan Pendidikan Guru Inklusif," ujar Erma di sela kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya penetapan "Hari Belajar Guru" sebagai komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.

Selain itu, Direktur Guru Dikdas Kemendikdasmen, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A., dalam arahannya meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Sumatera Selatan tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi mitra aktif dalam menyukseskan program prioritas pemerintah pusat.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd. berlangsung khidmat dan dihadiri juga oleh Kepala BPMP Sumsel, Kepala Balai Bahasa Sumsel, perwakilan BKN, serta BKPSDM. Dukungan juga datang dari berbagai organisasi profesi guru, mulai dari Ketua Komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel, IGI Sumsel, PGRI Sumsel, hingga Forum Guru Muhammadiyah.

Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Sumatera Selatan. (am/da)

Kamis, 19 Maret 2026

GKK Sumsel Salurkan Bantuan Sosial Menyambut Idul Fitri


GKK Sumatera Selatan- Komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada panti asuhan Aisyah Palembang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong para guru dari berbagai daerah di Sumatera Selatan yang tergabung dalam komunitas GKK. Donasi tersebut dikumpulkan secara sukarela dengan semangat kebersamaan dan rasa empati terhadap anak-anak yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penyerahan bantuan sosial secara langsung dilakukan oleh M. Prasetya Akbar selaku Humas GKK Sumatera Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian para guru yang ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama.

“Kami menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kontribusi para guru di Sumatera Selatan yang tergabung dalam komunitas Guru Kreator Konten. Semoga bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam menyambut Idul Fitri,” ujar M. Prasetya Akbar

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari anak-anak di panti asuhan, sekaligus membantu mereka dalam menyambut suasana Idul Fitri dengan lebih layak dan penuh kebahagiaan.

Pihak pengelola panti asuhan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh komunitas GKK. Bantuan ini dinilai sangat berarti, terutama dalam memenuhi kebutuhan anak-anak asuh di momen penting menjelang hari raya.

Ke depan, komunitas Guru Kreator Konten Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Selain menjadi wadah kreativitas digital, GKK juga ingin menjadi ruang kolaborasi yang mampu memberikan dampak positif dan menumbuhkan budaya berbagi di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas. (da)

Rabu, 11 Maret 2026

RAMADHAN CERDAS – NGABUBUR AI BERSAMA GKK SUMSEL


GKK Sumatera Selatan - Komunitas Guru Kreator Konten Sumatera Selatan (GKK Sumsel) akan menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Ramadhan Cerdas – Ngabubur AI Bersama GKK Sumsel” sebagai ruang belajar inspiratif bagi guru dan pegiat pendidikan di Sumatera Selatan maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan aktivitas yang produktif, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.

Webinar ini akan dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 13.00–14.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube GKK Sumsel. Peserta akan mendapatkan pemaparan mengenai pemanfaatan teknologi AI, khususnya melalui berbagai fitur yang tersedia dalam ekosistem Google AI untuk membantu guru membuat media pembelajaran yang lebih praktis, kreatif, dan efisien.

Melalui kegiatan ini, para peserta akan diperkenalkan berbagai strategi penggunaan AI dalam proses pembuatan konten pembelajaran, mulai dari menyusun ide materi, membuat bahan presentasi, hingga merancang media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal.

Ketua komunitas GKK Sumsel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi digital di kalangan pendidik. Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Pemanfaatan AI dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan menarik bagi peserta didik.

Selain menjadi ruang belajar, webinar ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antar guru kreator konten pendidikan. Para peserta dapat saling berbagi pengalaman, ide, serta praktik baik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas pendidikan yang aktif dan kolaboratif.

Panitia mengundang para guru, tenaga pendidik, mahasiswa pendidikan, serta pegiat literasi digital untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan https://bit.ly/Ngabubur_AI. Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga berkesempatan mendapatkan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Melalui kegiatan Ramadhan Cerdas – Ngabubur AI Bersama GKK Sumsel, diharapkan semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara kreatif untuk menghasilkan media pembelajaran yang inovatif. Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkaya pengetahuan, memperluas jejaring, serta membangun semangat belajar bersama demi kemajuan pendidikan di era digital. (da)

Sabtu, 07 Maret 2026

GKK Sumsel Gelar Pertemuan Koordinasi Jadwal dan Pembagian PIC Konten Media Sosial



GKK Sumatera Selatan - Komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan menggelar pertemuan koordinasi internal guna membahas strategi pengelolaan konten media sosial organisasi. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun jadwal produksi konten yang lebih terarah sekaligus melakukan pembagian tugas kepada para anggota yang akan menjadi penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) dalam setiap proses pembuatan dan publikasi konten di berbagai platform media sosial resmi GKK Sumsel. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas komunikasi digital organisasi dapat berjalan secara konsisten, terencana, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengurus inti, tim kreatif, serta anggota aktif yang selama ini terlibat dalam pengembangan konten digital GKK Sumsel. Diskusi berlangsung dalam suasana kolaboratif dan produktif, dengan fokus utama pada penguatan strategi komunikasi digital yang mampu memperluas jangkauan pesan komunitas kepada publik. Para peserta secara aktif memberikan masukan terkait ide konten, format penyajian, hingga strategi distribusi yang efektif agar pesan-pesan yang disampaikan melalui media sosial dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Dalam pertemuan ini, salah satu agenda utama yang dibahas adalah penyusunan kalender konten atau content calendar yang akan menjadi panduan produksi konten GKK Sumsel dalam beberapa waktu ke depan. Kalender ini mencakup tema-tema konten, jadwal publikasi, serta platform yang akan digunakan, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan platform digital lainnya. Dengan adanya kalender konten yang terstruktur, diharapkan setiap produksi konten dapat berjalan secara sistematis dan tidak bersifat spontan semata.

Selain menyusun jadwal konten, pertemuan ini juga menghasilkan keputusan penting terkait pembagian PIC dalam proses produksi konten. Setiap anggota yang ditunjuk sebagai PIC akan bertanggung jawab terhadap perencanaan ide, proses produksi, hingga publikasi konten sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Pembagian tugas ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kerja tim sekaligus mendorong munculnya kreativitas dari setiap anggota komunitas.

Koordinasi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota dalam proses produksi konten. Para PIC diharapkan tidak bekerja sendiri, melainkan membangun kerja tim yang solid dengan melibatkan anggota lain sesuai dengan kompetensi masing-masing, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, editing video, hingga pengelolaan interaksi dengan audiens di media sosial. Dengan pola kerja kolaboratif ini, kualitas konten yang dihasilkan diharapkan semakin meningkat.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam menjaga identitas dan karakter komunikasi GKK Sumsel di ruang digital. Konten yang diproduksi tidak hanya berorientasi pada popularitas semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai edukatif, inspiratif, dan memberdayakan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat GKK Sumsel untuk menghadirkan konten-konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat bagi publik.

Pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antaranggota mengenai tantangan dalam produksi konten digital, mulai dari keterbatasan waktu, teknis produksi, hingga strategi meningkatkan keterlibatan audiens. Melalui diskusi terbuka tersebut, para anggota dapat saling belajar dan menemukan solusi bersama agar setiap konten yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang semakin baik serta mampu bersaing di tengah arus informasi digital yang sangat cepat.

Dengan tersusunnya jadwal konten dan pembagian PIC yang jelas, GKK Sumsel berharap pengelolaan media sosial organisasi dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. Media sosial tidak hanya menjadi sarana publikasi kegiatan komunitas, tetapi juga menjadi ruang edukasi, inspirasi, serta wadah untuk memperkuat jejaring kreator konten di Sumatera Selatan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak konten positif dari daerah yang dapat dikenal secara lebih luas.

Melalui pertemuan ini, GKK Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai komunitas kreator konten yang aktif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, GKK Sumsel optimis dapat menghadirkan berbagai konten digital yang informatif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. (da)

Kamis, 05 Maret 2026

SUMSEL BERTAJI DI JAKARTA! BGTK & GKK Sumsel Buktikan Kelasnya di Kancah Nasional



JAKARTA – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan sukses mengguncang panggung nasional dengan menembus jajaran elit 10 besar Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik se-Indonesia dalam bidang publikasi dan komunikasi. Prestasi membanggakan ini diumumkan secara resmi dalam agenda Evaluasi 2025 dan Perencanaan 2026 Strategi Komunikasi Ditjen GTK yang digelar oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Setdikjen GTK) di Arosa Hotel, Jakarta, pada 4 s.d. 6 Maret 2026.

Keberhasilan BGTK Sumsel menduduki peringkat ke-10 nasional ini didorong oleh performa digital yang impresif, mencakup produksi 883 konten media sosial, 49 artikel website, serta 18 kegiatan webinar sosialisasi kebijakan sepanjang periode penilaian. Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi antara instansi resmi dengan komunitas praktisi, di mana Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat narasi pendidikan di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh PIC kemitraan dan publikasi BBGP/BGTK/KGTK se-Indonesia ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi komunikasi agar kebijakan pusat dapat terdiseminasi dengan baik hingga ke tingkat daerah. Dalam instrumen penilaian terbaru, aspek jangkauan komunitas di media sosial dan inisiatif sosialisasi kebijakan menjadi poin krusial dengan total bobot mencapai 65%.

GKK Sumsel, yang dikoordinatori oleh Agus Munir, diakui sebagai salah satu mitra komunitas yang mendukung keberhasilan BGTK Sumsel dalam memenuhi indikator-indikator penilaian tersebut. Sinergi "Power Duo" ini dipastikan akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan literasi digital guru dan keterbacaan pedoman pelayanan publik demi kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan. (Adv)

Kamis, 05 Februari 2026

Google Buka Peluang Kolaborasi dengan GKK Sumsel untuk Penguatan Konten Pendidikan Digital


GKK Sumatera Selatan - Google membuka peluang kolaborasi dengan komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan dalam upaya memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran dan media pendidikan. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar pada Kamis, (5/2/26)

Pertemuan tersebut menghadirkan Ahmad Fikri Dzulfikar, Community Manager dari Tim Google, yang menyampaikan komitmen Google untuk berkolaborasi dengan guru-guru di Indonesia, khususnya melalui komunitas GKK Sumsel yang dinilai aktif dan progresif dalam pengembangan konten pendidikan.

Ahmad Fikri menjelaskan bahwa Google membutuhkan dukungan komunitas agar berbagai teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Bentuk kolaborasi yang ditawarkan berupa pelatihan pemanfaatan produk Google untuk pembelajaran serta pembuatan konten pendidikan yang kreatif dan menarik.

Spirit utama Google, lanjutnya, adalah menggerakkan komunitas di Indonesia agar berperan aktif dalam pemanfaatan produk Google secara positif dan berdampak luas bagi dunia pendidikan.

Ketua GKK Sumsel dalam kesempatan yang sama memaparkan berbagai kegiatan dan pelatihan yang selama ini telah dilaksanakan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan konten pendidikan. GKK Sumsel juga disebut sebagai salah satu rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi pendidikan yang benar dan bertanggung jawab.

GKK Sumsel menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut, termasuk pemanfaatan produk Google seperti Notebook LM dan teknologi lainnya untuk mendukung pembuatan konten pendidikan yang relevan dengan kebutuhan guru dan siswa.

Dalam sesi diskusi, dijelaskan bahwa GKK Sumsel merupakan komunitas yang berdiri secara mandiri dan merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya difasilitasi oleh BGTK Sumsel. Saat ini, GKK Sumsel telah diresmikan dan terdaftar sebagai GKK Sumsel Fondation dengan fokus menebarkan informasi pendidikan yang kredibel.

Google juga membuka peluang bagi GKK Sumsel untuk terlibat langsung dalam pembuatan konten program Google. Konten tersebut direncanakan berbentuk reels dan carousel yang diproduksi oleh tim GKK Sumsel dan disebarluaskan melalui jaringan komunitas agar menjangkau audiens yang lebih luas.

Pertemuan ini ditutup dengan sinyal positif kolaborasi antara Google Educator Group dan GKK Sumsel, meskipun bukan dalam skema Google Workspace for Education. Ke depan, direncanakan aksi nyata berupa pemanfaatan Sigma untuk pembuatan konten serta ide pelatihan “Ngabuburit Bareng Google” selama bulan Ramadan, dengan harapan kolaborasi ini dapat terhubung hingga ke komunitas internasional. (da)

© Copyright 2024-2025 Guru Kreator Konten | All Right Reserved