-->

Kamis, 02 Juli 2026

PALI Ukir Prestasi Nasional: Bupati Asgianto Raih Penghargaan "Rintisan Daerah Belajar" Berkat "Anggaran Kroyokan" dan Simfoni Kolaborasi OPD

PALI Ukir Prestasi Nasional: Bupati Asgianto Raih Penghargaan "Rintisan Daerah Belajar" Berkat "Anggaran Kroyokan" dan Simfoni Kolaborasi OPD

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan tinta emas di panggung pendidikan nasional. Bupati PALI, Asgianto, S.T., ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 Kategori Rintisan Daerah Belajar. Prosesi pemberian penghargaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 2 Juli 2026.

Mengingat agenda yang sangat padat, Bupati Asgianto menugaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PALI, Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., CSEP., CGRE, untuk mewakili beliau menerima penghargaan prestisius tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas komitmen nyata Kabupaten PALI dalam mentransformasi ekosistem pendidikan melalui praktik Lingkar Daerah Belajar (LDB).

Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari peran krusial Dinas Pendidikan Kabupaten PALI sebagai pintu utama penggerak. PLT Kepala Dinas Pendidikan, Harun, S.H., M.H., beserta seluruh jajarannya dinilai berhasil menciptakan iklim kolaborasi yang suportif. Secara khusus, capaian ini juga merupakan buah dari konsistensi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Alamsah, S.Pd., SD., M.M., yang senantiasa mengawal progres kerja sama antara jejaring mitra LDB dan Kabupaten PALI.

Namun, kunci utama yang membuat PALI unggul di mata nasional adalah keberaniannya mengimplementasikan strategi "Anggaran Kroyokan". Penghargaan ini menjadi bukti bahwa urusan pendidikan di PALI bukan hanya tugas tunggal Dinas Pendidikan, melainkan sebuah "Simfoni Kolaborasi" antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam keterangannya, Ir. H. Andre Fajar Wijaya menegaskan bahwa nuansa kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi ruh dari visi "PALI TERDIDIK 2029". "Kami mendobrak sekat birokrasi melalui sistem anggaran terpadu. Contoh nyatanya adalah PAUD Rumah Cinta, di mana anggaran tidak menumpuk di satu dinas, tapi 'dikeroyok' bersama oleh Disdik, Dinkes, Dinsos, dan Dukcapil untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu secara holistik," ujarnya.

Kategori Rintisan Daerah Belajar sendiri diberikan karena PALI dinilai sukses dalam tiga indikator utama: mengembangkan ruang kolaborasi untuk membahas isu pendidikan, menyelenggarakan pengembangan kapasitas pemangku kepentingan secara konsisten, serta menunjukkan tindak lanjut nyata dari data Rapor Pendidikan yang kini mencapai status "Tuntas Muda" dengan skor 66,64. 

Keberhasilan ini juga diperkuat oleh peran aktif Pelingkar daerah yang menjadi jembatan komunikasi vital antara kebijakan pemerintah pusat dan praktik nyata di lingkungan sekolah PALI. 

Dengan raihan ini, Kabupaten PALI semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah prioritas dalam jejaring transformasi pendidikan nasional. PALI membuktikan bahwa dengan semangat "Kompak Bergerak Berdampak" dan sinergi anggaran lintas OPD, keterbatasan wilayah bukan lagi penghalang untuk mencetak generasi emas yang unggul.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2024-2025 Guru Kreator Konten | All Right Reserved