-->

Update Terbaru

Nasional

Edukasi

Tehnologi

News

Kamis, 02 Juli 2026

PALI Ukir Prestasi Nasional: Bupati Asgianto Raih Penghargaan "Rintisan Daerah Belajar" Berkat "Anggaran Kroyokan" dan Simfoni Kolaborasi OPD

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan tinta emas di panggung pendidikan nasional. Bupati PALI, Asgianto, S.T., ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 Kategori Rintisan Daerah Belajar. Prosesi pemberian penghargaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 2 Juli 2026.

Mengingat agenda yang sangat padat, Bupati Asgianto menugaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PALI, Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., CSEP., CGRE, untuk mewakili beliau menerima penghargaan prestisius tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas komitmen nyata Kabupaten PALI dalam mentransformasi ekosistem pendidikan melalui praktik Lingkar Daerah Belajar (LDB).

Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari peran krusial Dinas Pendidikan Kabupaten PALI sebagai pintu utama penggerak. PLT Kepala Dinas Pendidikan, Harun, S.H., M.H., beserta seluruh jajarannya dinilai berhasil menciptakan iklim kolaborasi yang suportif. Secara khusus, capaian ini juga merupakan buah dari konsistensi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Alamsah, S.Pd., SD., M.M., yang senantiasa mengawal progres kerja sama antara jejaring mitra LDB dan Kabupaten PALI.

Namun, kunci utama yang membuat PALI unggul di mata nasional adalah keberaniannya mengimplementasikan strategi "Anggaran Kroyokan". Penghargaan ini menjadi bukti bahwa urusan pendidikan di PALI bukan hanya tugas tunggal Dinas Pendidikan, melainkan sebuah "Simfoni Kolaborasi" antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam keterangannya, Ir. H. Andre Fajar Wijaya menegaskan bahwa nuansa kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi ruh dari visi "PALI TERDIDIK 2029". "Kami mendobrak sekat birokrasi melalui sistem anggaran terpadu. Contoh nyatanya adalah PAUD Rumah Cinta, di mana anggaran tidak menumpuk di satu dinas, tapi 'dikeroyok' bersama oleh Disdik, Dinkes, Dinsos, dan Dukcapil untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu secara holistik," ujarnya.

Kategori Rintisan Daerah Belajar sendiri diberikan karena PALI dinilai sukses dalam tiga indikator utama: mengembangkan ruang kolaborasi untuk membahas isu pendidikan, menyelenggarakan pengembangan kapasitas pemangku kepentingan secara konsisten, serta menunjukkan tindak lanjut nyata dari data Rapor Pendidikan yang kini mencapai status "Tuntas Muda" dengan skor 66,64. 

Keberhasilan ini juga diperkuat oleh peran aktif Pelingkar daerah yang menjadi jembatan komunikasi vital antara kebijakan pemerintah pusat dan praktik nyata di lingkungan sekolah PALI. 

Dengan raihan ini, Kabupaten PALI semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah prioritas dalam jejaring transformasi pendidikan nasional. PALI membuktikan bahwa dengan semangat "Kompak Bergerak Berdampak" dan sinergi anggaran lintas OPD, keterbatasan wilayah bukan lagi penghalang untuk mencetak generasi emas yang unggul.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Rabu, 01 Juli 2026

Sinergi Lintas Sektor: Kabupaten PALI Paparkan Strategi "PALI TERDIDIK" di Rembuk Daerah KPI 2026

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan nasional. Pada ajang Rembuk Daerah 5 dalam rangka Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Gedung Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/7/2026), Pemerintah Kabupaten PALI memaparkan strategi pembangunan pendidikan melalui program "PALI TERDIDIK" yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan yang mengusung format diskusi fishbowl tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah. Kabupaten PALI tampil sebagai salah satu narasumber utama dengan memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis data, kolaborasi, dan keberpihakan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan PALI meraih status "Tuntas Muda" dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 66,64 tidak terlepas dari perubahan paradigma dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

 "Kami telah meninggalkan budaya perencanaan berdasarkan asumsi. Melalui visi PALI TERDIDIK, setiap kebijakan disusun berdasarkan data nyata yang bersumber dari Rapor Pendidikan sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran," ujar Harun.

Ia menambahkan, transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar setiap program saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Semangat kolaboratif tersebut turut diperkuat oleh paparan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten PALI, Deasy Rossalia, S.TP., M.Si., yang menjelaskan pentingnya inovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan ialah PALI Innovation Awards (PIA), sebuah ajang yang mendorong pelajar dan mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis riset dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., memaparkan strategi "Anggaran Kroyokan", yaitu pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan pembiayaan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencapai satu tujuan pembangunan bersama.

Melalui strategi tersebut, berbagai program dapat dijalankan secara terpadu. Salah satunya adalah PAUD Rumah Cinta, yang menghadirkan layanan pendidikan, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perlindungan hukum dalam satu sistem pelayanan bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Kabupaten PALI juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang menjadi penguat transformasi pendidikan daerah, di antaranya Platform PEMANTIK sebagai sistem digital asesmen pembelajaran yang membantu guru memetakan kemampuan peserta didik sehingga proses pembelajaran lebih berbasis data.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan saluran pengendali banjir dan peningkatan akses jalan menuju sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Di bidang penguatan karakter, PALI juga berhasil mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di seluruh satuan pendidikan. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kabupaten PALI menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan dunia pendidikan, riset, perencanaan pembangunan, infrastruktur, hingga keluarga. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Praktik baik yang dipaparkan pada Rembuk Daerah KPI 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Wujudkan Mimpi Menjadi Guru Profesional, Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka



SUMATERA SELATAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka pendaftaran Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan calon guru profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan memenuhi standar nasional pendidikan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan sebagai bentuk sosialisasi kepada para lulusan sarjana dan diploma empat yang memiliki minat untuk berkarier di dunia pendidikan. Melalui program ini, peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan profesi sebagai syarat memperoleh Sertifikat Pendidik, yaitu lisensi resmi yang diperlukan untuk mengikuti proses rekrutmen guru, baik di instansi pemerintah maupun swasta.

Selain memperoleh pendidikan profesi, peserta yang lolos seleksi dan ditetapkan sebagai mahasiswa PPG juga akan menerima bantuan pemerintah sebesar Rp17.000.000,00. Bantuan tersebut digunakan untuk membiayai penyelenggaraan perkuliahan selama dua semester atau satu tahun akademik sehingga peserta tidak dibebani biaya pendidikan.

Adapun persyaratan utama bagi calon pendaftar meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), belum terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah pada Dapodik maupun Simpatika, berusia paling tinggi 32 tahun per 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00, serta bersedia menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen mengikuti seluruh tahapan program.

Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026. Selanjutnya, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 26–28 Juli 2026. Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti tes substantif secara luring pada 3–7 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara secara daring pada 31 Agustus hingga 16 September 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 21 September 2026.

Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui aplikasi SIMPKB pada laman resmi https://ppg.kemendikdasmen.go.id. Calon peserta diimbau menyiapkan alamat surat elektronik (email) yang aktif serta nomor WhatsApp yang dapat dihubungi selama proses seleksi berlangsung.

Informasi lebih lengkap mengenai bidang studi yang dibuka, tata cara pendaftaran, serta ketentuan lainnya dapat dipelajari melalui dokumen resmi yang disediakan oleh Ditjen GTK.

Melalui pembukaan Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026, pemerintah berharap semakin banyak lulusan terbaik yang tertarik mengabdikan diri sebagai pendidik profesional. Program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang berkualitas dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.


Sumber: Pengumuman Nomor 0240/B/B/GT.00.02/2026 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Senin, 29 Juni 2026

SMPN 7 Penukal Catat Sejarah! SMP Pertama di Kabupaten PALI Gelar Praktik Robotik, Lahirkan Smart Trash dan Smart Parking

 


PALI, 29 Juni 2026 – SMP Negeri 7 Penukal kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sekolah yang berada di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal ini resmi menjadi SMP pertama di Kabupaten PALI yang menyelenggarakan praktik pembuatan robot melalui program Coding dan Robotik Club SMPN 7 Penukal.

Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di daerah. Setelah sukses mengembangkan pembelajaran coding menggunakan Scratch, kini para siswa naik ke level berikutnya dengan mempelajari perakitan robot dan pengembangan perangkat pintar sebagai bekal menghadapi era transformasi digital.

Dalam praktik perdana tersebut, siswa berhasil menghasilkan dua karya inovatif, yakni Smart Trash, sebuah tempat sampah pintar, dan Smart Parking, sistem parkir pintar. Seluruh proses pembelajaran terlaksana melalui kolaborasi bersama Kampung Digital Air Itam yang berperan sebagai fasilitator kegiatan.

Sebelumnya, SMP Negeri 7 Penukal juga telah mencatat prestasi sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) tingkat SMP pertama di Sumatera Selatan. Capaian terbaru ini semakin memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

Kepala SMP Negeri 7 Penukal, Indah Purnamasari, menegaskan bahwa kegiatan robotik merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan potensi peserta didik tanpa dibatasi kondisi geografis.

 "Sekolah kami berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan karet. Namun, kami percaya keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kolaborasi, semangat belajar anak-anak, serta pendampingan para guru menjadi kekuatan utama dalam melahirkan inovasi," ujarnyaa.

Inovasi SMP Negeri 7 Penukal juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten PALI. Alamsah, selaku Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, menyebut langkah sekolah tersebut sebagai terobosan yang patut menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

"SMPN 7 Penukal berada di wilayah pelosok. Justru dari sinilah lahir inovasi yang luar biasa. Ini harus menjadi api penyemangat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten PALI untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi peserta didik," ungkapnya.

Program Coding dan Robotik Club tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa, tetapi juga dipersiapkan untuk membangun kompetensi generasi muda dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan keterampilan Abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah berbasis teknologi.

Dengan lahirnya program robotik ini, SMP Negeri 7 Penukal membuktikan bahwa sekolah di pelosok daerah pun mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan. Dari tengah hamparan kebun sawit dan karet, semangat menciptakan generasi unggul yang adaptif terhadap teknologi terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten PALI maupun Sumatera Selatan.

Senin, 22 Juni 2026

GURU KREATOR KONTEN KABUPATEN PALI RESMI DIKUKUHKAN, SIAP DUKUNG TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN

 


GKK Sumsel - PALI, 23 Juni 2026 – Kepengurusan Guru Kreator Konten (GKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode terbaru resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Selasa (23/6). Pengukuhan tersebut menandai dimulainya langkah strategis para pendidik di Kabupaten PALI dalam memperkuat transformasi digital pendidikan melalui pengembangan konten-konten pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan informatif.

Kepengurusan GKK Kabupaten PALI dipimpin oleh Afriyadi Cu Sahamaya, S.Pd., Gr. sebagai ketua. Acara pengukuhan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., serta Ketua Guru Kreator Konten Provinsi Sumatera Selatan, Agus Munir, S.Pd., Gr.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan GKK Kabupaten PALI. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

“Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menyampaikan materi tersebut melalui berbagai media yang menarik dan mudah dipahami. Kehadiran GKK diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi pembelajaran berbasis digital di Kabupaten PALI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GKK Provinsi Sumatera Selatan, Agus Munir, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa organisasi Guru Kreator Konten hadir sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru dalam bidang produksi konten pendidikan. Ia berharap GKK Kabupaten PALI dapat menjadi salah satu organisasi yang aktif menghasilkan karya-karya digital yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

“Konten pendidikan yang berkualitas akan membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara lebih mudah. Karena itu, kreativitas guru perlu terus didorong agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ketua GKK Kabupaten PALI, Afriyadi Cu Sahamaya, S.Pd., Gr., menyatakan komitmennya untuk membangun budaya berkarya di kalangan anggota. Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi, pihaknya akan mendorong para guru untuk aktif memproduksi video pembelajaran, infografis, podcast pendidikan, serta berbagai bentuk media pembelajaran digital lainnya.

“Amanah yang diberikan ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin GKK Kabupaten PALI menjadi ruang tumbuh bagi para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan konten-konten pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Dengan resminya pengukuhan kepengurusan tersebut, Guru Kreator Konten Kabupaten PALI diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Keberadaan organisasi ini juga menjadi bukti bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai kreator pembelajaran yang mampu menjangkau peserta didik melalui berbagai platform digital.


Humas Guru Kreator Konten (GKK) Kabupaten PALI

Minggu, 03 Mei 2026

Siapkan Diri! Webinar Seri 2 Hardiknas 2026 Kupas Tuntas Strategi Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu



GKK Sumatera Selatan, Palembang – Dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar aksi nyata melalui Webinar Seri 2. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, mulai pukul 13.30 WIB secara daring, mengundang seluruh praktisi pendidikan untuk bersatu dalam semangat transformasi pendidikan nasional.

Mengusung tema "Pembelajaran Mendalam dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", webinar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif bagi para pendidik tentang cara menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Fokus utama diskusi ini adalah bagaimana memastikan setiap siswa mendapatkan akses terhadap pendidikan yang tidak sekadar formalitas, namun mampu menyentuh esensi pemahaman yang mendalam dan aplikatif.

Kehadiran Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, sebagai pembicara kunci menjadi daya tarik utama dalam acara ini. Beliau akan memaparkan arah kebijakan kurikulum nasional terkini yang dirancang khusus untuk mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman di masa depan.

Melengkapi perspektif kebijakan tersebut, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., selaku Kepala BGTK Provinsi Sumatera Selatan, juga akan memberikan arahan strategis sebagai pembicara kunci kedua. Beliau akan menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan di tingkat regional dalam mengimplementasikan konsep pembelajaran mendalam guna meningkatkan standar mutu pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Tak hanya di tataran teori, webinar ini juga menghadirkan empat narasumber praktisi hebat dari berbagai jenjang pendidikan untuk berbagi pengalaman nyata. Ikhsanudin, M.Pd., M. Barcenur, S.Pd., Gr., Agus Munir, S.Pd., Gr., dan Devi Mardiyanti, M.Pd., akan mengupas tuntas praktik baik mengenai penerapan strategi pembelajaran di kelas, memberikan inspirasi konkret bagi para peserta yang hadir.

Acara ini terbuka lebar dan tidak dipungut biaya alias gratis bagi seluruh pendidik, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum yang ingin memperkaya wawasan. Panitia telah menyiapkan infrastruktur digital yang mumpuni melalui platform Zoom Meeting agar interaksi antara pemateri dan peserta dapat berjalan secara dua arah, efektif, dan inspiratif.

Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan tercipta ruang diskusi yang inklusif untuk saling berbagi kendala dan solusi praktis di lapangan. Semangat Hardiknas 2026 menjadi momentum yang sangat tepat bagi para guru untuk terus belajar, berevolusi, dan beradaptasi dengan inovasi metodologi pembelajaran terbaru demi masa depan generasi bangsa yang lebih unggul.

Calon peserta dapat segera mengamankan kuota dengan mengakses tautan pendaftaran resmi di https://webinar.bgtksumsel.win/ dengan menggunakan token akses BGTKSUMSEL-WEB2. Selain melalui Zoom, kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi BGTK SUMSEL untuk menjangkau lebih banyak peserta di seluruh pelosok tanah air tanpa terkendala ruang.

Dengan partisipasi aktif para guru, visi pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang bisa dicapai melalui kerja keras bersama. Mari bergabung dalam Webinar Seri 2 ini, jadilah bagian dari perubahan besar, dan mari kita wujudkan dunia pendidikan Indonesia yang lebih cemerlang, inklusif, dan berdaya saing global. (da)


#Hardiknas2026 

#BGTKSumsel 

#PembelajaranMendalam 

#PendidikanBermutu 

#GuruBelajar


Sabtu, 02 Mei 2026

BGTK Sumatera Selatan Gelar Webinar Seri 1 Semarak Hardiknas 2026: Dorong Transformasi Layanan Administrasi Sekolah



GKK Sumatera Selatan – Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Selatan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Webinar Seri 1. Acara yang digelar secara virtual ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, mulai pukul 13.30 WIB. Penyelenggaraan webinar ini menjadi langkah nyata institusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sejalan dengan semangat bulan pendidikan nasional.

Mengusung tema strategis bertajuk "Transformasi Layanan Administrasi Sekolah," kegiatan ini menyoroti pentingnya adaptasi dan inovasi dalam sistem tata kelola institusi pendidikan. Transformasi administrasi dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak di era digitalisasi pendidikan yang menuntut efisiensi tinggi. Melalui tata kelola yang transparan dan tertib, sekolah diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas.

Webinar berskala regional ini menghadirkan dua tokoh penting sebagai Keynote Speaker utama. Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., selaku Direktur KSPSTK, hadir untuk memberikan pandangan strategis di tingkat nasional terkait arah kebijakan pengelolaan tenaga kependidikan ke depan. Kehadirannya diperkuat oleh Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., selaku Kepala BGTK Sumatera Selatan yang akan memaparkan konteks implementasi kebijakan tersebut secara khusus di wilayah Sumatera Selatan.

Arahan dari kedua tokoh pimpinan ini diharapkan dapat menyelaraskan pemahaman para pemangku kepentingan, mulai dari manajemen sekolah hingga staf tenaga kependidikan. Pesan kunci yang dibawakan akan menjadi fondasi pemikiran tentang bagaimana kecepatan layanan administrasi tidak boleh tertinggal oleh kemajuan pedagogik. Hal ini sejalan dengan visi besar penciptaan zona integritas di berbagai unit pendidikan, guna mewujudkan sekolah yang ramah dan profesional.

Untuk membedah tema lebih mendalam dari sudut pandang teknis, panitia turut menghadirkan Disti Marlini, S.Pd., M.Si., dari BGTK Sumatera Selatan sebagai narasumber pertama. Beliau dijadwalkan mengupas berbagai tantangan nyata yang kerap dihadapi pihak sekolah dalam siklus tata usaha dan pengelolaan dokumen sehari-hari. Berbagai solusi taktis berbasis peraturan kepegawaian terkini juga akan dipaparkan secara komprehensif agar dapat langsung diaplikasikan oleh instansi pendidikan.

Melengkapi perspektif dari unsur pemerintah, Arum Dista Ayuniar, S.E., yang merupakan seorang Praktisi Pendidikan, juga didapuk sebagai narasumber kedua. Keterlibatannya bertujuan untuk memberikan wawasan berbasis praktik baik (*best practice) di lapangan mengenai pengadopsian sistem manajemen modern yang aplikatif. Pendekatan praktis dari kacamata seorang praktisi sangat krusial agar teori transformasi dapat benar-benar dieksekusi dengan tepat sasaran.

Guna memastikan jalannya diskusi interaktif dan tetap terarah pada tujuan acara, sesi pemaparan dan tanya jawab dipandu langsung oleh Eka Susanti dari BGTK Sumatera Selatan yang bertindak selaku moderator. Sementara itu, untuk menjaga ketertiban serta kelancaran seluruh rangkaian susunan acara dari awal pembukaan hingga penutupan, Sherly Amalia dari GKK Sumatera Selatan memegang peran krusial sebagai pewara atau Master of Ceremony (MC).

Seluruh pegiat pendidikan, termasuk kepala sekolah, staf tata usaha, hingga para guru wali di berbagai tingkatan, diundang untuk berpartisipasi secara gratis dalam forum peningkatan kompetensi ini melalui platform Zoom Meeting. Bagi peserta yang terkendala kapasitas ruang virtual, panitia telah menyediakan fasilitas Live Streaming secara langsung melalui kanal YouTube BGTK SUMSEL. Keterbukaan akses ini merupakan wujud nyata komitmen BGTK Sumsel dalam memperluas jangkauan manfaat literasi administrasi.

Rangkaian perdana Semarak Hardiknas 2026 ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ruang diskusi maya, melainkan mampu diwujudkan dalam perubahan budaya kerja di berbagai tingkatan sekolah, termasuk di SMK dan institusi kejuruan lainnya di Sumatera Selatan. BGTK Sumatera Selatan optimis bahwa sinergi lintas sektoral ini akan melahirkan layanan administrasi yang transformatif, efektif, dan mendukung penuh ekosistem pendidikan yang jauh lebih baik di masa depan. (da)


Gallery

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Program

© Copyright 2024-2025 Guru Kreator Konten | All Right Reserved