-->

Update Terbaru

Nasional

Edukasi

Tehnologi

News

Selasa, 11 Agustus 2026

Bangga! Agus Munir, Ketua GKK Sumsel Terpilih Jadi Delegasi Pendidik Indonesia di AFS Youth Assembly Jenewa

 


JENEWA, SWISS — (11-12. 08. 2026) Komunitas Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan kembali mengukir prestasi memukau di tingkat internasional. Agus Munir, sosok penggerak utama sekaligus Ketua GKK Sumsel, resmi terpilih sebagai Educator Delegate (Delegasi Pendidik) mewakili Indonesia dalam rangkaian ajang bergengsi 31st AFS Youth Assembly yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Agus Munir bersama para pendidik pilihan dari lebih dari 30 negara menghadiri workshop persiapan konferensi intensif selama dua hari. Kegiatan tersebut digelar di Giga Connectivity Centre, Campus Biotech, Jenewa—markas global dari Giga, yaitu inisiatif bersama antara UNICEF dan International Telecommunication Union (ITU) yang bertujuan menghubungkan seluruh sekolah di dunia ke jaringan internet pada tahun 2030.

Selama dua hari workshop di Gedung Giga, para pendidik dari berbagai belahan dunia dibekali pemahaman mendalam mengenai Global Citizenship (Kewarganegaraan Global). Tak hanya menyerap ilmu, para peserta juga berkolaborasi merancang proyek-proyek inovatif berbasis pendidikan guna mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di negara masing-masing.


Perwakilan pengurus GKK Sumsel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian bersejarah sang ketua:

"Kami keluarga besar Guru Kreator Konten Sumsel merasa sangat bangga. Terpilihnya Pak Agus Munir di panggung internasional membuktikan kualitas kepemimpinan beliau. Ini membuktikan bahwa pendidik dari daerah mampu bersaing, membawa perubahan, dan menyuarakan aspirasi pendidikan di tingkat global."

Kehadiran Agus Munir di Jenewa diharapkan dapat membawa angin segar serta inspirasi baru bagi seluruh pendidik di Sumatera Selatan dan Indonesia, khususnya dalam memimpin pemanfaatan teknologi dan kreativitas konten untuk mendukung pendidikan yang berkelanjutan.


Tentang Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel:

Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel adalah wadah berkumpulnya para pendidik kreatif di Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Agus Munir. Komunitas ini berfokus pada pengembangan inovasi pembelajaran, pemanfaatan media digital, dan pembuatan konten edukatif yang menginspirasi.



Rabu, 22 Juli 2026

Lolos Kurasi Ketat, Puluhan Kreator Prabumulih Langsung Mendapatkan Rahasia Bikin Konten Literasi oleh GKK Sumsel!

 


PRABUMULIH — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih menggelar kegiatan workshop pembuatan konten literasi yang bertempat di Aula SMP Negeri 4 Prabumulih pada Selasa dan Rabu, 21–22 Juli 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih, Drs. Mahpuzi, M.Si.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk menyebarluaskan program pengembangan budaya baca, memberikan ruang kreativitas, serta menumbuhkan minat literasi masyarakat yang disesuaikan dengan potensi dan kekhasan daerah Kota Prabumulih.

Sebanyak kurang lebih 50 peserta antusias mengikuti jalannya acara. Seluruh peserta tersebut merupakan kandidat terpilih yang telah berhasil lolos tahap kurasi konten beberapa minggu sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perpustakaan mengundang Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel yang berkolaborasi dengan GKK Prabumulih, GKK Sumsel menerjukan langsung Ketua GKK Sumsel Agus Munir dan Koordinator konten Sir Antoni sebagai narasumber utama. Tak sekadar menyampaikan materi literasi digital, tim narasumber juga mendampingi para peserta secara langsung melalui sesi workshop praktis. Pendampingan ini mencakup proses penyusunan naskah, pembuatan video, hingga sesi evaluasi mendalam melalui review skrip dan konten peserta.

Melalui sinergi ini, para peserta diharapkan dapat menghasilkan karya konten kreatif yang menarik dan edukatif, sekaligus menjadi pelopor dalam mempromosikan budaya literasi serta potensi daerah Prabumulih di ranah digital.

Selasa, 21 Juli 2026

Kepala BGTK Sumsel Kobarkan Semangat Belajar Matematika Siswa SD Negeri 47 Prabumulih

 


PRABUMULIH – Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., mengajak siswa SD Negeri 47 Prabumulih untuk semakin mencintai mata pelajaran matematika. Melalui kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat, beliau memberikan motivasi agar peserta didik tidak lagi menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, melainkan sebagai ilmu yang menyenangkan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom. menegaskan bahwa kemampuan berhitung, berpikir logis, dan memecahkan masalah merupakan bekal penting bagi setiap anak. Karena itu, siswa didorong untuk belajar matematika dengan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan keyakinan bahwa setiap anak mampu memahami pelajaran tersebut apabila terus berlatih.

Beliau juga mengajak peserta didik untuk mengubah cara pandang terhadap matematika. Kesalahan saat mengerjakan soal bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari proses belajar. Dengan terus mencoba, bertanya kepada guru, dan rajin berlatih, kemampuan matematika akan berkembang dari waktu ke waktu.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti berbagai pertanyaan sederhana yang diberikan, menjawab dengan percaya diri, serta menunjukkan semangat yang tinggi. Keceriaan mereka mencerminkan bahwa belajar matematika dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menegangkan.

Menurut Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom., guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Ketika pembelajaran dikemas secara menarik, peserta didik akan lebih mudah memahami konsep sekaligus menumbuhkan rasa suka terhadap matematika.

Pihak SD Negeri 47 Prabumulih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala BGTK Sumatera Selatan. Kehadiran beliau memberikan inspirasi baru bagi seluruh warga sekolah untuk terus membangun budaya belajar yang positif, khususnya dalam meningkatkan minat dan kepercayaan diri siswa terhadap mata pelajaran matematika.

Para guru berharap motivasi yang diberikan mampu menghilangkan anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan. Sebaliknya, siswa diharapkan semakin berani mencoba, aktif bertanya, serta menikmati setiap proses pembelajaran sebagai langkah menuju prestasi yang lebih baik.

Di penghujung kegiatan, Dra. Ohorella Erma, M.I.Kom. mengajak seluruh siswa untuk menjadikan matematika sebagai sahabat dalam belajar. Beliau meyakini bahwa anak-anak yang menyukai matematika akan terbiasa berpikir kritis, kreatif, teliti, dan mampu menemukan solusi dalam berbagai persoalan kehidupan.

Melalui kegiatan ini, SD Negeri 47 Prabumulih bersama BGTK Provinsi Sumatera Selatan berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, rasa percaya diri, dan kecintaan terhadap matematika sebagai salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan masa depan. (da)

Kamis, 02 Juli 2026

PALI Ukir Prestasi Nasional: Bupati Asgianto Raih Penghargaan "Rintisan Daerah Belajar" Berkat "Anggaran Kroyokan" dan Simfoni Kolaborasi OPD

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan tinta emas di panggung pendidikan nasional. Bupati PALI, Asgianto, S.T., ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 Kategori Rintisan Daerah Belajar. Prosesi pemberian penghargaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 2 Juli 2026.

Mengingat agenda yang sangat padat, Bupati Asgianto menugaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PALI, Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., CSEP., CGRE, untuk mewakili beliau menerima penghargaan prestisius tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas komitmen nyata Kabupaten PALI dalam mentransformasi ekosistem pendidikan melalui praktik Lingkar Daerah Belajar (LDB).

Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari peran krusial Dinas Pendidikan Kabupaten PALI sebagai pintu utama penggerak. PLT Kepala Dinas Pendidikan, Harun, S.H., M.H., beserta seluruh jajarannya dinilai berhasil menciptakan iklim kolaborasi yang suportif. Secara khusus, capaian ini juga merupakan buah dari konsistensi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Alamsah, S.Pd., SD., M.M., yang senantiasa mengawal progres kerja sama antara jejaring mitra LDB dan Kabupaten PALI.

Namun, kunci utama yang membuat PALI unggul di mata nasional adalah keberaniannya mengimplementasikan strategi "Anggaran Kroyokan". Penghargaan ini menjadi bukti bahwa urusan pendidikan di PALI bukan hanya tugas tunggal Dinas Pendidikan, melainkan sebuah "Simfoni Kolaborasi" antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam keterangannya, Ir. H. Andre Fajar Wijaya menegaskan bahwa nuansa kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi ruh dari visi "PALI TERDIDIK 2029". "Kami mendobrak sekat birokrasi melalui sistem anggaran terpadu. Contoh nyatanya adalah PAUD Rumah Cinta, di mana anggaran tidak menumpuk di satu dinas, tapi 'dikeroyok' bersama oleh Disdik, Dinkes, Dinsos, dan Dukcapil untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu secara holistik," ujarnya.

Kategori Rintisan Daerah Belajar sendiri diberikan karena PALI dinilai sukses dalam tiga indikator utama: mengembangkan ruang kolaborasi untuk membahas isu pendidikan, menyelenggarakan pengembangan kapasitas pemangku kepentingan secara konsisten, serta menunjukkan tindak lanjut nyata dari data Rapor Pendidikan yang kini mencapai status "Tuntas Muda" dengan skor 66,64. 

Keberhasilan ini juga diperkuat oleh peran aktif Pelingkar daerah yang menjadi jembatan komunikasi vital antara kebijakan pemerintah pusat dan praktik nyata di lingkungan sekolah PALI. 

Dengan raihan ini, Kabupaten PALI semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah prioritas dalam jejaring transformasi pendidikan nasional. PALI membuktikan bahwa dengan semangat "Kompak Bergerak Berdampak" dan sinergi anggaran lintas OPD, keterbatasan wilayah bukan lagi penghalang untuk mencetak generasi emas yang unggul.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Rabu, 01 Juli 2026

Sinergi Lintas Sektor: Kabupaten PALI Paparkan Strategi "PALI TERDIDIK" di Rembuk Daerah KPI 2026

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan nasional. Pada ajang Rembuk Daerah 5 dalam rangka Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Gedung Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/7/2026), Pemerintah Kabupaten PALI memaparkan strategi pembangunan pendidikan melalui program "PALI TERDIDIK" yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan yang mengusung format diskusi fishbowl tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah. Kabupaten PALI tampil sebagai salah satu narasumber utama dengan memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis data, kolaborasi, dan keberpihakan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan PALI meraih status "Tuntas Muda" dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 66,64 tidak terlepas dari perubahan paradigma dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

 "Kami telah meninggalkan budaya perencanaan berdasarkan asumsi. Melalui visi PALI TERDIDIK, setiap kebijakan disusun berdasarkan data nyata yang bersumber dari Rapor Pendidikan sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran," ujar Harun.

Ia menambahkan, transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar setiap program saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Semangat kolaboratif tersebut turut diperkuat oleh paparan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten PALI, Deasy Rossalia, S.TP., M.Si., yang menjelaskan pentingnya inovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan ialah PALI Innovation Awards (PIA), sebuah ajang yang mendorong pelajar dan mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis riset dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., memaparkan strategi "Anggaran Kroyokan", yaitu pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan pembiayaan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencapai satu tujuan pembangunan bersama.

Melalui strategi tersebut, berbagai program dapat dijalankan secara terpadu. Salah satunya adalah PAUD Rumah Cinta, yang menghadirkan layanan pendidikan, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perlindungan hukum dalam satu sistem pelayanan bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Kabupaten PALI juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang menjadi penguat transformasi pendidikan daerah, di antaranya Platform PEMANTIK sebagai sistem digital asesmen pembelajaran yang membantu guru memetakan kemampuan peserta didik sehingga proses pembelajaran lebih berbasis data.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan saluran pengendali banjir dan peningkatan akses jalan menuju sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Di bidang penguatan karakter, PALI juga berhasil mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di seluruh satuan pendidikan. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kabupaten PALI menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan dunia pendidikan, riset, perencanaan pembangunan, infrastruktur, hingga keluarga. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Praktik baik yang dipaparkan pada Rembuk Daerah KPI 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Wujudkan Mimpi Menjadi Guru Profesional, Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka



SUMATERA SELATAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka pendaftaran Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan calon guru profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan memenuhi standar nasional pendidikan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Guru Kreator Konten (GKK) Sumatera Selatan sebagai bentuk sosialisasi kepada para lulusan sarjana dan diploma empat yang memiliki minat untuk berkarier di dunia pendidikan. Melalui program ini, peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan profesi sebagai syarat memperoleh Sertifikat Pendidik, yaitu lisensi resmi yang diperlukan untuk mengikuti proses rekrutmen guru, baik di instansi pemerintah maupun swasta.

Selain memperoleh pendidikan profesi, peserta yang lolos seleksi dan ditetapkan sebagai mahasiswa PPG juga akan menerima bantuan pemerintah sebesar Rp17.000.000,00. Bantuan tersebut digunakan untuk membiayai penyelenggaraan perkuliahan selama dua semester atau satu tahun akademik sehingga peserta tidak dibebani biaya pendidikan.

Adapun persyaratan utama bagi calon pendaftar meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), belum terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah pada Dapodik maupun Simpatika, berusia paling tinggi 32 tahun per 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00, serta bersedia menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen mengikuti seluruh tahapan program.

Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026. Selanjutnya, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 26–28 Juli 2026. Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti tes substantif secara luring pada 3–7 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara secara daring pada 31 Agustus hingga 16 September 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 21 September 2026.

Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui aplikasi SIMPKB pada laman resmi https://ppg.kemendikdasmen.go.id. Calon peserta diimbau menyiapkan alamat surat elektronik (email) yang aktif serta nomor WhatsApp yang dapat dihubungi selama proses seleksi berlangsung.

Informasi lebih lengkap mengenai bidang studi yang dibuka, tata cara pendaftaran, serta ketentuan lainnya dapat dipelajari melalui dokumen resmi yang disediakan oleh Ditjen GTK.

Melalui pembukaan Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026, pemerintah berharap semakin banyak lulusan terbaik yang tertarik mengabdikan diri sebagai pendidik profesional. Program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang berkualitas dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.


Sumber: Pengumuman Nomor 0240/B/B/GT.00.02/2026 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Senin, 29 Juni 2026

SMPN 7 Penukal Catat Sejarah! SMP Pertama di Kabupaten PALI Gelar Praktik Robotik, Lahirkan Smart Trash dan Smart Parking

 


PALI, 29 Juni 2026 – SMP Negeri 7 Penukal kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sekolah yang berada di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal ini resmi menjadi SMP pertama di Kabupaten PALI yang menyelenggarakan praktik pembuatan robot melalui program Coding dan Robotik Club SMPN 7 Penukal.

Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di daerah. Setelah sukses mengembangkan pembelajaran coding menggunakan Scratch, kini para siswa naik ke level berikutnya dengan mempelajari perakitan robot dan pengembangan perangkat pintar sebagai bekal menghadapi era transformasi digital.

Dalam praktik perdana tersebut, siswa berhasil menghasilkan dua karya inovatif, yakni Smart Trash, sebuah tempat sampah pintar, dan Smart Parking, sistem parkir pintar. Seluruh proses pembelajaran terlaksana melalui kolaborasi bersama Kampung Digital Air Itam yang berperan sebagai fasilitator kegiatan.

Sebelumnya, SMP Negeri 7 Penukal juga telah mencatat prestasi sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) tingkat SMP pertama di Sumatera Selatan. Capaian terbaru ini semakin memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

Kepala SMP Negeri 7 Penukal, Indah Purnamasari, menegaskan bahwa kegiatan robotik merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan potensi peserta didik tanpa dibatasi kondisi geografis.

 "Sekolah kami berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan karet. Namun, kami percaya keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kolaborasi, semangat belajar anak-anak, serta pendampingan para guru menjadi kekuatan utama dalam melahirkan inovasi," ujarnyaa.

Inovasi SMP Negeri 7 Penukal juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten PALI. Alamsah, selaku Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, menyebut langkah sekolah tersebut sebagai terobosan yang patut menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

"SMPN 7 Penukal berada di wilayah pelosok. Justru dari sinilah lahir inovasi yang luar biasa. Ini harus menjadi api penyemangat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten PALI untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi peserta didik," ungkapnya.

Program Coding dan Robotik Club tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa, tetapi juga dipersiapkan untuk membangun kompetensi generasi muda dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan keterampilan Abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah berbasis teknologi.

Dengan lahirnya program robotik ini, SMP Negeri 7 Penukal membuktikan bahwa sekolah di pelosok daerah pun mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan. Dari tengah hamparan kebun sawit dan karet, semangat menciptakan generasi unggul yang adaptif terhadap teknologi terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten PALI maupun Sumatera Selatan.

Gallery

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Program

© Copyright 2024-2025 Guru Kreator Konten | All Right Reserved