-->

Rabu, 01 Juli 2026

Sinergi Lintas Sektor: Kabupaten PALI Paparkan Strategi "PALI TERDIDIK" di Rembuk Daerah KPI 2026

Sinergi Lintas Sektor: Kabupaten PALI Paparkan Strategi "PALI TERDIDIK" di Rembuk Daerah KPI 2026

 


SLEMAN, GKK Sumsel – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan nasional. Pada ajang Rembuk Daerah 5 dalam rangka Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Gedung Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (2/7/2026), Pemerintah Kabupaten PALI memaparkan strategi pembangunan pendidikan melalui program "PALI TERDIDIK" yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan yang mengusung format diskusi fishbowl tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah. Kabupaten PALI tampil sebagai salah satu narasumber utama dengan memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis data, kolaborasi, dan keberpihakan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan PALI meraih status "Tuntas Muda" dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 66,64 tidak terlepas dari perubahan paradigma dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

 "Kami telah meninggalkan budaya perencanaan berdasarkan asumsi. Melalui visi PALI TERDIDIK, setiap kebijakan disusun berdasarkan data nyata yang bersumber dari Rapor Pendidikan sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran," ujar Harun.

Ia menambahkan, transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar setiap program saling mendukung dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Semangat kolaboratif tersebut turut diperkuat oleh paparan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten PALI, Deasy Rossalia, S.TP., M.Si., yang menjelaskan pentingnya inovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan ialah PALI Innovation Awards (PIA), sebuah ajang yang mendorong pelajar dan mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis riset dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., memaparkan strategi "Anggaran Kroyokan", yaitu pendekatan perencanaan yang mengintegrasikan pembiayaan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencapai satu tujuan pembangunan bersama.

Melalui strategi tersebut, berbagai program dapat dijalankan secara terpadu. Salah satunya adalah PAUD Rumah Cinta, yang menghadirkan layanan pendidikan, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perlindungan hukum dalam satu sistem pelayanan bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Kabupaten PALI juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang menjadi penguat transformasi pendidikan daerah, di antaranya Platform PEMANTIK sebagai sistem digital asesmen pembelajaran yang membantu guru memetakan kemampuan peserta didik sehingga proses pembelajaran lebih berbasis data.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI membangun sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan saluran pengendali banjir dan peningkatan akses jalan menuju sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Di bidang penguatan karakter, PALI juga berhasil mengimplementasikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di seluruh satuan pendidikan. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kabupaten PALI menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan dunia pendidikan, riset, perencanaan pembangunan, infrastruktur, hingga keluarga. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Praktik baik yang dipaparkan pada Rembuk Daerah KPI 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Reporter: Tim Guru Kreator Konten (GKK) Sumsel

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2024-2025 Guru Kreator Konten | All Right Reserved