Pada sesi refleksi, para peserta menengok ulang praktik konten yang telah dihasilkan sepanjang tahun sebelumnya. Diskusi berlangsung terbuka, kritis, dan jujur, menyoroti capaian, kendala teknis, hingga tantangan etis dalam memproduksi konten edukatif yang bermutu dan bertanggung jawab.
Refleksi juga diarahkan pada dampak nyata konten terhadap pembelajaran. Guru-guru berbagi pengalaman bagaimana video, podcast, dan media visual mampu meningkatkan keterlibatan siswa, sekaligus menyadari pentingnya literasi digital agar konten tidak sekadar viral, tetapi bernilai pedagogis.
Memasuki tahap alur, forum menyepakati peta jalan GKK Sumatera Selatan 2026. Alur ini mencakup perencanaan tema konten, penguatan kolaborasi lintas sekolah, serta integrasi konten dengan kurikulum dan kebutuhan belajar kontekstual daerah.
Alur pengembangan juga menekankan peningkatan kompetensi teknis dan konseptual. Guru kreator diarahkan untuk tidak hanya mahir produksi, tetapi juga memahami narasi, data, dan pendekatan ilmiah agar konten yang dihasilkan akurat, inklusif, dan berkelanjutan.
Tahap resufle menjadi momentum penyegaran. Resufle dimaknai sebagai reposisi peran guru kreator: dari sekadar pembuat konten menjadi agen perubahan pembelajaran digital. Semangat ini ditandai dengan komitmen menjaga integritas, orisinalitas, dan keberpihakan pada peserta didik.
Dengan refleksi yang jujur, alur yang terarah, dan resufle yang menyegarkan, Guru Kreator Konten Sumatera Selatan optimistis melangkah ke 2026. Gerakan ini diharapkan terus melahirkan konten edukatif yang bermakna, relevan, dan berdaya ubah bagi pendidikan Indonesia. (da)


Follow Guru Kreator Konten on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram